visitor

Kamis, 15 Mei 2014

“BIDADARI TAK BERSAYAP”

“BIDADARI TAK BERSAYAP”

Mentari diufuk senja begitu indah dengan bias bias cahaya yang bermain di taman langit nan megah. Alunan desir ombak menyapu putihnya pasir dipantai dan gerakan angin yang berbisik ke telinga membuat suasana menjadi semakin romansa. Alunan nada nada dari gerombolan burung yang begitu merdu membuat aku melupakan sejenak masalah yang sedang menerpa dalam hatiku. Kududuk menatapi indahnya pesona senja yang maha kuasa ciptakan untuk para insan manusia. Mentari yang bersiap siap menuju kesinggahsananya untuk beristirahat setelah seharian memberikan cahaya yang memberikan sejuta manfaat. Kuterdiam sejenak memikirkan bagaimana aku harus memutuskan suatu keputusan yang benar benar terbaik untuk semua orang. Pikiranku kacau,ingin rasanya aku berlari dari dunia nyata dan berlari menuju dimensi lain yang bisa menenangkan pikiran. Tapi,apakah ada dunia yang isinya tidak ada masalah ? tidak perlu memilih satu diantara banyak pilihan yang membingungkan? aku takut tidak bisa mengambil keputusan yang terbaik . Arghhhh membingungkan !
Lamunanku buyar saat tangan indah bidadari tak bersayap memegang pundakku dan tersenyum padaku. Senyuman itu yang membuat aku melupakan masa lalu yang masih terngiang di pikiranku. Dia adalah bidadari tak bersayap yang selalu ada menemaniku disaat aku senang maupun sedih dan disaat aku terkurung dalam kegundahan hati yang tiada henti. Tetapi sekarang hatiku digoyahkan oleh kehadiran masa laluku. Masa lalu yang tak ingin aku ingat! masa lalu yang begitu indah dan menyakitkan! Masa lalu yang tak bisa dihandalkan! Masa lalu arghhhh sulit untuk diungkapkan!
Cobaan apa lagi ini ya Allah? Apakah engkau menguji kesetiaanku? Apakah engkau telah menuliskan takdir ini dicatatan kehidupanku? Tolong bantu aku untuk bisa memilih diantara pilihan yang membuat otakku berkontraksi secara extra. Rasa ini sudah cukup lama terkubur bersama kepergiaannya sejak itu. Tapi aku tak bisa membohongi hati ini, dia yang pernah aku cinta datang kembali dikehidupan ku lagi. Kehidupanku yang telah bersama bidadari tak bersayap yang mewarnai kehidupanku dengan sejuta cinta. Mengapa dia datang lagi? Mengapa ya masa laluku? Apakah dia telah sadar akan besarnya cintaku dulu kedia? Arghhh semuanya bullshit tapi aku tak bisa bohongi perasaan ini, ga bisa sungguh ga bisa.
Mengapa dia harus hadir kembali dikehidupanku? Mengapa? Aku sudah cukup bahagia dengan kehidupanku ini. Jangan hipnotis aku dengan majas majas cintamu yang dulu. Sudah cukup semua yang kau ukir didalam hatiku. Aku tak ingin rasa ini bangkit kembali setelah sekian lagi terkubur dalam seribu harapan menunggu dirimu. Harapan yang selalu aku bangga banggakan, harapan yang selalu aku gantungkan setinggi tingginya, harapan yang kupikir akan terjadi, tetapi harapan ya tinggal harapan saat tiada kabar darimu dulu. Sudah cukup kau berikan aku dongeng dongeng klasik tentang cinta. Sudah cukup kau berikan aku alunan alunan syair cinta yang begitu enak didengar. Sudah cukup! Aku tak ingin rasa ini bangkit lagi! Aku sudah memiliki bidadari tak bersayap yang selalu menemaniku sejak engkau patahkan harapan demi harapan tentang kita.
Tetapi hatiku kacau, hatiku galau, hatiku bimbang, mungkinkah rasa itu masih ada? Apakah aku belum bisa melupakanmu seutuhnya? Apakah aku masih menyimpan harapan yang dulu aku buang jauh? Akankah aku terhipnotis kembali oleh majas cintamu? Sumpah aku bingung. Aku tidak bisa berpikir secara jernih. Aku harus menatap masa depan cintaku dengan seribu cita rasa dengan bidadari tak bersayapku. Yang telah mengobati patahnya harapanku akan cinta, yang telah menyusun kembali majas majas cintaku yang telah berantakan, yang telah merapikan setiap puing puing hatiku yang telah roboh, yang telah membangun kembali harapan yang pernah rusak oleh atmosfir keegoanmu, yang telah memurnikan lagi hatiku dari reaksi reaksi pencemaran cintamu, semuanya telah dilakukan oleh bidadari tak bersayapku.
Semua terlalu kontradiktif dengan realita. Terlalu melawan logika. Dulu memang aku sangat mencintaimu tapi sekarang situasinya sudah beda. Aku telah ada yang memiliki, wanita yang kupanggil bidadari tak bersayap yang telah menggantikan posisimu yang dulu telah pergi begitu saja. Disaat aku terjatuh ke dalam kemunafikan hati, wanita tersebutlah yang dengan rela mengenggam tanganku dan menyemangatiku disaat aku terjatuh karena ketidakpedulianmu.
Aku seakan terjerat didalam masa laluku yang indah dan menyakitkan, terpenjara dalam dongeng dongeng klasik diantara kita, terpaku pada keindahan masa lalu yang menyakitkan dan membeku dalam ketidakpastian. Semua tergambar dalam pikiranku kini, teringat akan kenangan indah yang telah kita lalui bersama. Aku terbius dengan ke eleganan masa lalu kita, aku terpukau dengan dirimu yang dulu aku cinta. Tapi aku harus sadar dari semua ini, aku tak boleh membiarkan masa lalu menguasaiku. Harus menatap masa depan  bersama bidadari tak bersayapku, jangan sampai dikalahkan dengan masa lalu yang abstrak bagiku.
Aku harus memilih diantara mereka. Memilih yang mana terbaik untuk diriku. Keputusan yang sukar bagiku. Ada dua wanita yang pernah mengisi hari hariku dengan seribu cita rasa yang berbeda diantara mereka. Apakah aku harus memilih masa lalu ku yang sudah lama ku kenal? Atau aku memilih masa kini yang baru aku kenal?
Termenung dalam gelapnya malam tanpa ditemani sinar rembulan. malam ini sungguh sangat berbeda dari malam malam sebelumnya. Suasana malam ini sangat mencekam dengan kegalauan dan keresahan hati ini. Bidadari tak bersayap seakan mengerti dengan kondisi aku saat ini. Diam seribu bahasa dalam renungan problematika hati. Tanpa deringan nada Hp, tanpa alunan music yang tak pernah terhenti sebelumnya, seakan-akan berada dalam dimensi lain. Dimensi yang diciptakan oleh alam sadarku sendiri. Adrenalinku lumpuh untuk merobohkan dimensi ini. Dimensi yang membuat pikiranku bekerja keras untuk memilih teori cinta yang benar benar betul dan tak salah. Semua karena masa lalu ku yang muncul secara tiba tiba membuat perubahan yang besar dikehidupanku. Membuat aku susah untuk berdiri dialam nyata,susah menentukan variable cinta yang begitu membingungkan. Otakku berpacu dalam memutar ulang rekaman rekaman masa lalu dan membandingkan dengan masa kini bersama sang bidadari tak bersayap. Syaraf syaraf otakku berkontraksi dengan kegalauan hati ini. Otak ku seakan berhenti berpikir, macet dalam ketidakpastian hati.
Sudah lama otakku berkontraksi dalam mendalami kasus kegalauan hati ini,akhirnya kasus cinta ini terpecahkan dengan sedikit senyum kecut. Kuharap keputusan ini menjadi keputusan yang terbaik untuk diriku dan dirinya. Aku tak ingin ada yang terluka dalam keputusan ini. Jangan ada penyesalan yang menghantui kala keputusan ini terjadi. Aku ingin mengakhiri kegalauan hati ini dengan kejutan yang luar biasa untuk kedua belah pihak.
Aku sadar kehadiran dirimu yang telah lama meninggalkanku membuat suatu yang beda dalam kehidupanku, serasa ada yang kembali setelah dirimu ada. Tapi aku harus berpegang pada logika cintaku. Logika yang tidak bisa aku tentang! Logika yang membuat aku bertahan selama ini. Logika bahwa ada bidadari tak bersayap dikehidupanku yang tak mungkin aku lepaskan dalam hidupku. bidadari yang begitu anggun dengan balutan penuh cinta dan dikelilingi dengan keindahan cinta yang tiada duanya. Andai saja aku masih sendiri mungkin aku masih bisa mempertimbangkan dirimu untuk menguasai dan bertahta didalam hatiku. Mendalami hati seperti dulu kala, yang sudah terselami oleh indahnya kesenangan akan cinta. Tapi engkau datang disaat yang tidak tepat,disaat hati ini ada yang mengisi. Disaat aku telah mendapatkan apa itu cinta. Cinta yang membuat aku bahagia, cinta yang membuat hari hariku penuh makna.
Dan inilah akhir semua cerita tentang masa laluku yang datang kembali di kehidupanku, masa lalu yang dulu pernah membuat hidupku penuh makna. Membuat aku susah untuk melupakan masa lalu yang begitu indah dan menyakitkan. Dan aku harus tegas tentang perasaan hatiku,jangan sampai terkurung didalam dimensi masa lalu. Aku tak ingin rasa ini tumbuh bersemi dan aku terpenjara dalam kenostalgiaan masa lalu yang akan membunuh indahnya masa depan. Aku hanya ingin setia pada bidadari tak bersayapku. Dia lah cinta sejatiku yang memberi warna yang berbeda saat aku dilanda kegalauan hati. Dia yang selalu perhatian pada setiap problematika kehidupanku.
Aku memilih setia terhadap bidadari tak bersayapku. Aku tak ingin terpenjara oleh kenangan masa lalu yang terlalu kontradiktif dengan logikaku. Tak mau jika engkau hadir menghancurkan harapan yang telah kami rajut kembali dalam masa masa indah bersama nya. maaf aku tak bisa bernostalgia bersama masa laluku. Carilah Pangeran hati yang bisa menjaga dan memberikan kenostalgiaan didalam hidupmu. Bagiku masa lalu ya masa lalu. Tatap masa kini bersama bidadari tak bersayapku. Bidadari yang memberikan seribu bahasa kalbu yang menenangkan hati yang gundah gulana. Makasi ya Allah telah memberikanku bidadari tak bersayap yang menyempurnakan aku. 
#LA 


Social Network :
Twitter : @Lukman_arifin3
Facebook : Lukman Arifin
Email : Lukmanarifin5@gmail.com
Instagram : @lukmanarifinla2
Pin BB : 171407A0 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar